Cara Membuat Repositori Git (GitHub) – Jika para pengguna internet banyak yang menggunakan project sharing tools seperti google drive atau onedrive, maka developer juga memiliki tools yang bisa memudahkan pekerjaan mereka saat berkolaborasi dengan yang lain. 

Github adalah platform berbasis web yang dapat digunakan untuk mengatur project, mengelompokkan kode (versioning code), hingga jaringan sosial bagi seluruh developer di dunia. Github banyak sekali digunakan dan terkenal dikalangan para coder. 

Para developer bisa mengelola kode-kode mereka di satu tempat tanpa perlu khawatir kehilangan saat PC atau device yang mereka gunakan bermasalah. Github juga membantu mereka berkolaborasi secara seamless. Tanpa perlu bertatap, copy paste code dan disatukan, mereka bisa bekerja dengan menggunakan Github.

Fungsi yang paling mendasar saat ingin bekerja dengan Github adalah bagaimana menambahkan repository di Github. 

  • Pertama, pastikan kamu sudah memiliki akun Github. Jika kamu berkolaborasi dengan tim, pastikan pengaturan dan konfigurasi sudah dilakukan. 
Cara Membuat Repositori Git
  • Kedua, klik ikon + yang terdapat di sudut kanan atas halaman Github kamu.
Cara Membuat Repositori Git

Sebuah dropdown menu akan muncul diantaranya “New Repository”, “Import Repository”, “New Gist”, “New Organization”, dan “New Project”. 

Cara Membuat Repositori Git
  • Untuk menambahkan repositori, pilih menu “New Repository”. Kamu akan dibawa ke halaman pembuatan repositorio. Isi nama repositori. Usahakan menggunakan istilah yang bisa menggambarkan repositori tersebut agar saat melakukan pencarian, kamu tidak merasa kesulitan untuk menemukannya.
Cara Membuat Repositori Git
  • Selanjutnya, kamu bisa menambahkan deskripsi untuk repository tersebut. Langkah ini tidak wajib tetapi sangat direkomendasikan terutama jika kamu bekerja dalam tim.

Kemudian pilih mode repositori apakah public (bisa dilihat oleh semua pengguna Github), Internal (hanya untuk orang tertentu saja yang kamu pilih), atau Private (hanya kamu saja yang bisa mengakses). 

Tick atau centang di bagian “Initialize this repository with a README” Setelah itu, kamu tinggal tekan button “Create repository”.

Oke, sekarang kamu sudah memiliki repositori. Kamu bisa mengakses repositori ini kapan saja, melakukan commit pertama kamu, atau bahkan melakukan clone terhadap repositori yang sudah kamu buat. 

Jika kamu masih dalam tahap pembelajaran, kamu juga bisa memilih project tertentu yang tersedia di Github, lalu melakukan editing. Hal ini dikenal dengan Fork Repository. Artinya, kamu bisa melakukan perubahan pada repository tersebut, tanpa mempengaruhi versi originalnya.

0 CommentsClose Comments

Leave a Reply